Semakin banyak orgasme yang mereka alami, semakin besar kemungkinan mereka menggondol medali,” terang Alexander Olshanietzky kepada BBC Sport. Olshanietzky mengakui, masih banyak pelatih olahraga hingga kini yang melarang seks sebelum pertandingan berlangsung. “Untuk atlet wanita, hal ini merupakan instruksi yang salah sama sekali,” tegasnya.
Meskipun begitu, ia mengingatkan bahwa aktivitas seks sebaiknya dilakukan semalam sebelum pertandingan, bukan satu jam atau beberapa saat sebelum pertandingan. Bagaimana halnya dengan atlet pria? Olshanietzky menjelaskan, sebaiknya seks sebelum pertandingan dihindari oleh para atlet pria. “Bagi atlet wanita, seks sebelum pertandingan menambah energi, namun bagi atlet pria malah menyedot energi,” ungkapnya.
Hal ini seperti dinyatakan androlog Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS, seperti dikutip dari buku Mitos Seks: Malu Bertanya Sesat Di…, di mana masih ada anggapan salah bahwa di dalam sperma ada energi sehingga kalau terjadi ejakulasi berarti energi terbuang melalui sperma.
“Energi dikeluarkan ketika orang melakukan hubungan seksual dengan puncaknya ketika mencapai orgasme. Peristiwa keluarnya energi mudah dimengerti karena hubungan seksual merupakan suatu kegiatan yang membutuhkan energi. Semakin besar aktivitas fisik yang dilakukan, semakin banyak energi yang dikeluarkan. Demikian juga yang terjadi ketika orang melakukan hubungan seksual,” jelasnya.
Comments :
0 komentar to “Sedot Energi Atlet Pria, Sebelum Memulai Ngesek”
Posting Komentar